Selasa, 22 Oktober 2013

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI, MOTIVASI, DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAW

BAB I
PENDAHULUAN
Hubungan Kepemimpinan, Komunikasi, Motivasi, dan Pengembangan Karir Terhadap kinerja Pegawai adalah beberapa hal yang harus dipahami oleh setiap orang agar mengerti apa yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam pekerjaan, masyarakat, organisasi, toleransi kemanusiaan dan lain-lain. Berikut ini adalah teori tentang Kepemimpinan, Komunikasi, Motivasi, dan Pengembangan Karir Terhadap kinerja Pegawai.

TEORI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan atau Leadership berasal dari kata “pimpin” yang berarti tuntun, bina, atau bimbing. Dengan demikian, kepemimpinan merupakan hal yang berhubungan dengan proses menggerakan, memberikan panutan, membina, membimbing, menunjukkan arah jalan kedepan yang lebuh baik, memberi contoh keteladanan,  mengambil resiko, mempengaruhi dan menyakinkan orang lain.
Menurut  William G. Scott pada tahun 1962, beliau pernah berbicara mengenai arti kepemimpinan yaitu “Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.” Dalam hal ini dimaksudkan bahwa kepemimpinan selalu menyangkut dalam hal mempengaruhi orang lain demi tercapainya suatu tujuan yang baik. Seorang pemimpin dituntut memiliki tanggung jawab yang besar dan mampu menunjukkan jalan yang baik atau benar, namun dapat pula dituntut untuk memimpin suatu pekerjaan  atau  suatu organisasi.


TEORI KOMUNIKASI

Menurut seorang ahli bernama Effendy tahun 2000, beliau pernah berbicaraa mengenai arti komunikasi yaitu “Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan.” 

Dengan adanya komunikasi, segala hal informasi dapat disampaikan secara langsung dan cepat. Tidak ada orang yang dapat eksis atau terkenal dengan kata lain mempunyai peranan penting tanpa adanya komunikasi. Oleh sebab itu komunikasi berperan sangat dibutuhkan diberbagai bidang pekerjaan dan lapisan kehiduapan masyarakat.

TEORI MOTIVASI

Menurut  seorang ahli bernama Mangkunegara pada tahun 2005, beliau mengemukakan pendapatnya tentang arti motivasi yaitu “motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal”. Motivasi dibutuhkan oleh setiap orang agar orang tersebut terpanggil dan bersemangat untuk melakukan kegiatan yang akan dia lakukan.

TEORI PENGEMBANGAN KARIR

Menurut seorang ahli bernama Veithzal Rivai pada tahun 2009, beliau mengemukakan arti dari karir tersebut yaitu ,“Karir terdiri dari semua pekerjaan yang ada selama seseorang bekerja, atau dapat dikatakan bahwa karir adalah seluruh jabatan yang diduduki seseorang dalam kehidupan kerjanya”. Beliau juga mengemukakan pengertian dari keseluruhan arti pengembangan karir dari sudut pandangnya sendiri, yaitu “Pengembangan karir adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu yang dicapai dalam rangka memcapai karir yang di inginkan”.
Pengembangan karier merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi, dan pengalaman tertentu, agar pada saat dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu.
BAB II
ISI

Hubungan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan

Menurut saya jika seorang pemimpin mempunyai jiwa viisoner  yang baik, berwibawa, jujur serta bertanggung jawab maka akan sangat berpengaruh dan bisa mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing dan member panutan ke arah jalan yang lebih baik lagi tentu akan membawa imbas positif bagi para pengikutnya dalam hal ini terhadap kinerja karyawan dilapangan. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, tidak adanya keterbukaan dan tanggung jawab yang nyata (riil). Dipastikan untuk kedepanya berimbas negatif terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita.
Hubungan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan
Menurut saya Komunikasi merupakan hal yang paling penting dan harus terjadi antara atasan dan bawahan maupun sesama karyawan suatu perusahaan.  Begitu pula dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina suatu hubungan kerja yang baik dan kondusif  antar pegawai maupun antar atasan bawahan sangat diperlukan komunikasi secara lebih terperinci dan jelas.
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.      Menimbulkan rasa kesetiakawanan dalam loyalitas antar pegawai.
2.      Meningkatkan kerjasama dan semangat kerja antar pegawai.
3.      Meningkatkan moral dan disiplin para pegawai.
4.      Semua jajaran pimpinan dapat mengetaui keadaan bidang yang menjadi tugasnya sehingga akan berlangsung pengendalian operasional yang efisien dan efektif
5.      Semua pegawai dapat mengetahui kebijaksanaan, peraturan-peraturan, ketentuan-ketentuan yang   telah ditetapkan pimpinan organisasi.
6.      Semua informasi yang dibutuhkan pegawai dapat dengan cepat dan tepat diperoleh.
7.      Meningkatkan rasa saling percaya dan  tanggung jawab antar pegawai.
8.       Menimbulkan sikap saling toleransi diantara pegawai.

Hubungan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan

Hubungan antara motivasi dan kinerja karyawan berbanding lurus, artinya bahwa semakin tinggi motivasi karyawan dalam bekerja maka kinerja yang dihasilkan juga semakin tinggi. Perusahaan yang siap berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif. Di sisi lain pembinaan para karyawan termasuk yang harus diutamakan sebagai aset utama perusahaan. Proses belajar harus menjadi budaya perusahaan sehingga keterampilan para karyawan dapat dipelihara, bahkan dapat ditingkatkan. Dalam hal ini loyalitas karyawan yang kompeten harus diperhatikan. Semua itu diwujudkan dengan adanya motivasi kinerja karyawan sesuai dengan yang diharapkan dan dicita-citakan agar tercapainya masa depan yang lebih terencana dengan baik dan sukses.

Hubungan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan

Diantara sekian banyak komponen, pengembangan karir adalah program adalah kegiatan yang harus dilaksanakan secara konsisten sebagai pusat penilaian karyawan. Pengembangan karir yang dapat dilakukan seperti lokakarya pengembangan kariri, buku catatan karir, system penempatan kerja, inventori kemampuan atau keterampilan, jenjang dan jalur karir, sumber karir dan kain sebagainya.
Dari teori pengembangan karir yang telah dibahas kita bisa berharap pegawai yang nantinya bisa belajar dari segala sesuatu yang ia anggap penting untuk menjadikan batu loncatan suapaya ia dapat mengembangkan kariernya di dunia kerja dan tidak ketergantungan serta tidak akan tersisih dari para pesainganya. Pengembangan karir yang akan selalu berusaha serta berorientasi  menjadi lebih baik dan pantang menyerah, kelak kedepannya membawa dampak positif untuk jenjang karinya
BAB 3
PENUTUP

KESIMPULAN
Dapat saya simpulkan bahwa semua yang telah dibahas tentang Hubungan kepemimpinan, Komunikasi, Motivasi, dan Pengembangan Karir sangat berpengaruh besar terhadap kinerja karyawan dan saling terkait antara satu dengan lainnya dikarenakan masing-masing memiliki perananannya sendiri-sendiri. Seperti halnya kepemimpinan, karyawan membutuhkan pemimpin yang adil, bijaksana dan bertanggung jawab agar kinerja pegawai atau karyawan bisa berjalan efektif sesuai dengan yang harapkan dan  dapat dinilai secara kompeten. Kemudian komunikasi yang komunikatif dibutuhkan agar antar atasan dan bawahan terciptanya kerjasama yang baik, solid tidak memandang pangkat atau jabatan yang dimiliknya. Kemudian motivasi amat sangat dibutuhkan setiap karyawan untuk  mereka yang telah berprestasi dapat meningkatkan lagi kulaitas dan pengembangan prestasi dalam bidangnya masing-masing. Pada akhirnya pengembangan karir, menjadi jenjang batu locatan sangat dibutuhkan sebagai reward atau penghargaan terhadap kinerja-kinerja karyawan yang kompeten yang telah  berhasil diterapkan pada bidangnya tersendiri. Penghargaan itu dapat berupa jenjang  promosi naik jabatan yang lebih disesuaikan dengan prestasinya










Referensi :
·         http://id.wikipedia.org


















Sabtu, 01 Juni 2013

MANUSIA DAN KEADILAN



MANUSIA DAN KEADILAN
1.Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berasal dari kata adil yang berarti kejujuran, kelurusan dan keikhlasan dan tidak berat sebelah, tidak memihak, tidak sewenang-wenang.
Menurut Ensiklopedi Indonesia kata Adil berarti :
  • Tidak berat sebelah atau tidak memihak kesalah satu pihak.
  • Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya.
  • Mengetahui hak dan kewajiban, mana yang benar dan yang salah, jujur, tepat menurut aturan yang berlaku.
  • Tidak pilih kasih dan pandang siapapun, setiap orang diperlakukan sesuai hak dan kewajibannya. Keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya
Keadilan menurut  Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintah. Menurut Socrates,  keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap oarang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

MAKNA KEADILAN
Makna tentang keadilan, sesuai dengan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila. Sila kelima Pancasila berbunyi : “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
  1. Perbuatan berakhlakul karimah yang mencerminkan sikap kejujuran,  suasana kekeluargaan dan saling membantu.
  2. Sikap adil terhadap sesama pemeluk beragama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati perasaan atau hak-hak orang lain.
  3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
  4. Sikap pantang menyerah dan kerja keras.
  5. Sikap saling menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk menciptakan kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Contoh Keadilan
·         Terciptanya lapangan pekerjaan yang mamadai bagi masyarakat
·         Tidak adanya ketimpangan sosial antar warga
·         Berlakunya ketentuan hukum yang merata dan adil, jangan tersangka korupsi lebih ringan hkumannya daripada pencuri sebuah semangka.
2. MACAM-MACAM KEADILAN
Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan kemakmuran merupakan subtansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil, setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutkan keadilan legal.
· 
       Keadilan Distributif
Keadilan Distributif (iustitia distributiva) yaitu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi haknya berdasarkan asas proporsionalitas atau kesebandingan berdasarkan kecakapan, jasa atau kebutuhan.
Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memekihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Keadilan Vindikatif
adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejahatannya.
Contoh:
tidak adil kalau seorang koruptor hukumannya ringan sementara pencuri sebuah semangka dihukum berat.

Keadilan Kreatif
adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya berupa kebebasan untuk mencipta sesuai dengan kreatifitas yang dimilikinya di berbagai bidang kehidupan.
Contoh:
adil kalau seorang penyair diberikan kebebasan untuk menulis, bersyair sesuai denga kreatifitasnya.

Keadilan protektif
adalah keadilan yang memberikan perlindungan kepada pribadi-pribadi dari tindakan sewenang-wenang pihak lain.

Contoh :
Seorang ayah wajib melindungi anak dan istrinya dari orang-orang yang jahat.
3.  PENGERTIAN KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-banar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dilakukan harus sama dengan perbuatannya.

HAKEKAT KEJUJURAN
Pada hakekatnya kejujuran atau jujur dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa. Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik buruk. Kejujuran bersangkutan erat dengan masalah hati manusia
4. PENGERTIAN KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan dari kata jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan adar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Kecurangan juga akan menjauhkan kita dari hal-hal kebajikan dan akan mendekatkan kita pada jurang kemaksiatan bila kita melakukan hal tersebut dan itu dilarang dalam ajaran beragama. Sebaiknya lebih mawas diri agar terhindar dari perbuatan negative (Akhlak mazmumah) seperti curang itu.

SEBAB-SEBAB MELAKUKAN KECURANGAN
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada empat aspek yaitu:
  • Aspek Ekonomi
  • Aspek Kebudayaan
  • Aspek Peradaban
  • Aspek Teknik
Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
5. MACAM-MACAM PERHITUNGAN DAN PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa
perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, dan tingkah laku yang seimbang. Pembalasan Frontal dengan melakukan serangan langsung seperti kata-kata kasar bahkan perlawanan fisik Perhitungan di muka hukum dengan menaaati peraturan bersaing dimuka hukum antara yang dilaporkan dan pihak pelapor.

6. PENGERTIAN NAMA BAIK
Nama baik adalah tujuan orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang / tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada pribahasa berbunyi “Dari pada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatannya itu, antara lain cara berbahasa, bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu:
  1. Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral
  2. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
7.PEMULIHAN NAMA BAIK
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya(Intropeksi Diri) bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq bentuk jamak dari khuluq dan dari akar kata ahlaq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan pencipta-Nya sebagai manusia. Untuk itu  orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan akhlak yang baik(Akhlakul Karimah).

8. PENGERTIAN HISAB DAN PEMBALASAN
PENGERTIAN HISAB
Pengertian hisab disini merupakan peristiwa Allah menampakkan kepada manusia amalan mereka di dunia dan menetapkannya. Atau Allah mengingatkan dan memberitahukan kepada manusia tentang amalan kebaikan dan keburukan yang telah mereka lakukan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan,  Allah akan menghisab seluruh makhluk dan berkhalwat kepada seorang mukmin, lalu menetapkan dosa-dosanya. Syaikh Shalih Ali Syaikh mengomentari pandangan ini dengan menyatakan, bahwa inilah makna al muhasabah (proses hisab). Demikian juga Syaikh Ibnu Utsaimin menyatakan, muhasabah adalah proses manusia melihat amalan mereka pada hari Kiamat.

Hisab Menurut Istilah Aqidah Memiliki Dua Pengertian :
Pertama :  Pengertian umum, yaitu seluruh makhluk ditampakkan di hadapan Allah dalam keadaan menampakkan lembaran amalan mereka. Ini mencakup orang yang dimunaqasyah hisabnya dan yang tidak dihisab.
Kedua : Munaqasyah, dan inilah yang dinamakan hisab (perhitungan) antara kebaikan dan keburukan.
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertaqwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari pentah Tuhan pun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan dineraka.
PENGERTIAN PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertaqwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari pentah Tuhan pun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan dineraka.

PENYEBAB PEMBALASAN
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan mennimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.

CONTOH PEMBALASAN
Sesorang pengedar dan pemakai Narkoba, jika ia tertangkap oleh pikah yang berwajib (polisi), maka ia akan mendapatkan hukuman atau sanksi yang setimpal dengan apa yang ia perbuat.


Sumber: Ilmu Budaya Dasar seri diktat Gunadarama University oleh Widyo Nugroho dan Achmad Muchji.

Jumat, 31 Mei 2013

MANUSIA DAN PENDERITAAN



MANUSIA DAN PENDERITAAN
Apakah diantara kita semua ada yang ingin merasakan penderitaan? Jawabannya mayoritas  pasti tidak ada seorang pun yang ingin merasakan penderitaan. Penderitaan adalah menangggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan, dan berakibat kepada lahir dan batin. Tidak ada manusia yang ingin mengalami penderitaan karena akan berakibat fatal. Manusia ingin hidup dengan penuh kedamaian, tentram, harmonis, bahagia, dan tanpa suatu masalah atau beban hidup apapun. Meskipun begitu, setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya penderitaan, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Ini lah kehidupan, selalu ada saja problematika yang kita alami nyata sehari-hari, entah masalah kecil atau masalah agak rumit kompleksitasnya dan tidak pernah berjalan dengan baik sesuai harapan yang kita inginkan.
Penderitaan yang dialami manusia bermacam-macam kompleksitasnya. Contoh riilnya adalah penderitaan yang dialami oleh korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka sudah tidak memiliki tempat tinggal dan harta benda, karena telah terendam semua oleh luapan lumpur bercampur kandungan gas. Desa yang dulu didiami oleh ratusan jiwa penduduk, sekarang semuanya hilang  terendam ganasnya luapan lumpur. Betapa menderitanya dan sulitnya hidup mereka saat ini. Hidup di pengungsian dan menunggu uluran para dermawan, yang mereka punya saat ini hanyalah kebersamaan antar anggota keluarga dan tetangga.  Kita tak kan pernah tahu kapan penderitaan itu akan berakhir.

SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan jamani dan rohani. Karena siksaan, maka timbulah penderitaan. Pada kehidupan nyata, siksaan banyak terjadi pada para pahlawan devisa Negara yaitu Tenaga Kerja Kerja (TKI) yang bekerja di Malaysia. Banyak media cetak atau bahkan berita televisi yang menyajikan berita mengenai siksaan yang didapatkan oleh para TKI yang dilakukan oleh majikannya sendiri. Diantaranya pemerkosaan, penganiyaan, bahkan pembunuhan, sebagai contoh siksaan yang di dapat oleh para TKI, karena siksaan tersebut para TKI mengalami penderitaaan, baik lahir maupun batin. Bahkan siksaan tersebut sampai menyebabkan kematian. Sebenarnya alasan penyiksaan tersebut sepele, hanya karena para TKI bekerja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan majikannya. Sungguh ironi mendengar hal tersebut, karena mereka merupakan pahlawan devisa Negara ini
3 siksaan bersifat psikis:
1. Kebimbangan
Keraguan, kebimbangan, itu lah yang sering dialami manusia selama hidup. Banyak sekali hal yang dibimbangkan oleh manusia, dari hal kecil hingga besar. Misalnya kebimbangan dalam memilih pasangan hidup. Banyak yang masih bimbang dengan pilihannya tersebut, karena mereka ingin pasangan hidup satu untuk selamanya. Karena mereka bimbang dan terus menerus bimbang, mereka bisa merasa dirinya tersiksa karena kebimbangan tersebut.
2. Kesepian
Kesepian merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasa sepi, merasa dirinya hanya sendiri tanpa ada orang lain. Bahkan terkadang seseorang tersebut merasa kesepian di tempat yang ramai. Disebabkan karena dalam diri kita tidak mempunyai pedoman hidup.
3. Ketakutan
Ketakutan dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Phobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Phobia biasanya terjadi karena kejadian masa lalu sehingga menyebabkan pengidap phobia takut atau bahkan jika bisa menghindari hal atau fenomena tersebut. Banyak orang  bahkan ahli medis yang memperdebatkan penyebab dari phobia. Kebanyakan phobia disebabkan oleh shock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu. Ada dua aliran tentang penyebab phobia. Para ahli jiwa mengatakan bahwa phobia merupakan gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya, ahli-ahli yang merawat tingkah laku mempercayai bahwa suatu phobia adalah problemanya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Namun, kebanyak para ahli setuju bahwa ketegangan dan tekanan disebabkan oleh si penderita yang hidup dalam ketakutan secara terus menerus.

KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai suatu gangguan kejiwaan yang disebabkan ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi dan mengatasi persoalan dalam hidupnya. Gejala-gejala seseorang mengalami kekalutan mental:
1. Sering merasa pusing, sesak napas, nyeri pada dada dan nyeri pada lambung.
2. Pada kejiwaannya, sering merasa cemas, merasa takut, apatis (ketidakpedulian), cemburu, dan mudah marah.
Sebab-sebab terjadinya kekalutan mental:
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna, sehingga menyebabkan sesorang tersebut merasa rendah diri.
2. Terjadinya konflik sosial akibat norma yang berbeda satu sama lain, sehingga seseorang tersebut tidak dapat menyesuaikan diri.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan.
Proses kekalutan mental:
1. Positif: trauma yang dialami secara baik dan menjadikannya sebagai usaha untuk tetap bertahan hidup.
2.Negatif: trauma yang dialami diperlarutkan atau tidak ada usaha untuk bertahan atau untuk melawannya, hal tersebut akan menyebabkan seseorang menjadi frustasi. Bentuk frustasi:
  • Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali.
  • Regresi : kembali ke pola reakasi anak-anak, misalnya berteriak jika menginginkan sesuatu
  • Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama, misalnya membisu, membenturkan kepala ke benda keras.
  • Proyeksi: usaha melemparkan kelemahan sendiri ke orang lain.
  • Indentifikasi : menyamakan diri dengan orang yang sukses dalam imajinasinya.
  • Narsisme : mencintai diri sendiri secara berlebihan.
  • Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, merasa  puas dengan fantasinya sendiri.
Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan dapat dikatakan sebagai kodrat manusia. Dalam hidupnya pasti manusia pernah atau bahkan sedang merasakan penderitaan. Cara membebaskan diri dari penderitaan adalah melakukan perjuangan untuk bebas dari penderitaan. Berjuan melawan penderitaan untuk meneruska kelangsungan hidup. Kita hidup tidak boleh pesimis. Kita harus yakin, optimis, bahwa kita bisa berjuang melawan penderitaan. Manusia memiliki akal pikiran, akal pikiran tersebut yang harus digunakan dalam perjuangan melawan penderitaan, mencari jalan untuk keluar dari penderitaan.

PENDERITAAN, MEDIA MASSA, DAN SENIMAN
Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia merupakan salah satu objek sasaran media massa untuk membuat berita, kemudian akan sampai ke seluruh penjuru masyarakat termasuk para seniman yang kemudian akan mengapresiasikan rasa simpatinya melalui karya seni. Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca atau penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Contohnya adalah film ‘Arie Hanggara’ dimana kisah penderitaan seorang anak yang akhirnya meninggal karena siksaan ayahnya. Film tersebut mendapat perhatian dari para penonton karena kisahnya yang begitu memilukan dan para penonton turut merasakan penderitaan yang dialami oleh Arie.
PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
1. Penderitaan timbul akibat perbuatan buruk manusia
Penderitaan dapat muncul karena ulah manusia itu sendiri. Penderitaan bisa terjadi di dalam hubungan antar manusia satu dengan manusia lainnya. Penderitaan bisa disebut juga sebagai nasib buruk. Jika tidak ingin bernasib buruk, maka kita sebagai manusia janganlah memulai untuk melakukan suatu hal yang nantinya akan mengakibatkan penderitaan. Contohnya, ketika seseorang mencuri sebuah sepeda motor dan kemudian tertangkap dan terbukti telah mencuri, maka korban pencurian pastinya akan segera melapor ke pihak yang berwajib, dan si tersangka otomatis akan terjerat hukuman kurungan di penjara dalam waktu tertentu. Hal tersebut tentu sangat merugikan si tersangka. Coba saja si tersangka tidak mencuri, ia bisa melakukan hal lain dalam konteks ini hal yang positif untuk mencari uang, seperti berjualan atau mengandalkan kemampuan yang dia miliki dan bisa menghasilkan sesuatu dan bisa dipasarkan dan menghasilkan keuntungan. Maka karena itu marilah intropeksi diri dan mawas diri dalam bersosialisasi
2. Penderitaan timbul karena penyakit, siksaan, atau azab Tuhan
Tidak semua penderitaan muncul akibat ulah manusia, namun penderitaan bisa muncul karena memang sudah menjadi jalan Tuhan. Namun Tuhan memberikan hal tersebut bukan tanpa tujuan, Tuhan ingin melihat kesabaran kita dan ketawakalan kita, karena hidup yang kita jalani ini adalah suatu ujian yang Tuhan berikan kepada kita dan tinggal bagaimana kita menjalaninya.  Contohnya adalah kekurangan pada seseorang yang terlahir dengan tidak sempurna
(bisu). Seseorang tersebut tentunya dapat menempuh pendidikan di sekolah luar biasa karena keterbatasan yang dimiliki. Namun itu semua harus dihadapi dengan ikhlas, sabar dan tawakal yang telah ditakdirkan kepada kita sebagai umat-Nya.
Beda cerita jika seseorang terkena azab/laknat dari Tuhan Yang Maha Esa. Itu disebabkan karena kesalahan sangat fatal atau kelewat batas normal yang sudah dilakukan oleh segilintir orang karena perbuatannya sendiri.
PENGARUH PENDERITAAN
Pengaruh penderitaan dapat berdampak secara positif dan negatif. Sikap positif yaitu kita menghadapi penderitaan dengan optimis dan intropeksi diri, dengan optimis  kita  bias dan percaya  mampu melewatinya. Kita memperjuangkan diri untuk bebas dari penderitaan. Kita berusaha melawan segala sesuatu yang bisa membawa penderitaan, karena melawan penderitaan berarti memperjuangkan kelangsungan hidup. Sikap negatif seperti kita menyesal, merasa kecewa, putus asa, bahkan ingin mengakhiri hidup. Hal tersebutlah yang membawa dampak negatif karena tidak memiliki motivasi dalam perjuangan hidup karena merasa tidak mampu menghadapinya padahal sebenarnya mampu.